Langsung ke konten utama

PERCAYA KEPADA TUHAN



Mazmur 31:1-25
"Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya Tuhan, Allah yang setia."  Mazmur 31:6


      Sebagai pengikut Kristus status kita adalah anak-anak Tuhan dan kita disebut pula sebagai orang percaya, yaitu percaya kepada Kristus.  Kepercayaan yang dimaksud bukanlah sekedar percaya, tetapi penyerahan penuh kepada Tuhan dan mempercayakan seluruh hidup kita kepadaNya.  Tertulis:  "Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;"  (Mazmur 37:5).

     Ayat nas di atas menggambarkan tentang penyerahan hidup Daud kepada Tuhan, di mana ia yakin bahwa perlindungan yang aman hanya ia temukan di dalam Dia.  Daud berkata,  "Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.  Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku."  (Mazmur 31:4-5).  Sebagai raja atas Israel bukan berarti Daud bebas dari masalah, malah dia banyak mengalami kesesakan, penderitaan dan melewati masa-masa sukar yang disebabkan oleh musuh-musuhnya yang berusaha untuk menjatuhkan dia.

Sebagai pengikut Kristus status kita adalah anak-anak Tuhan dan Kita disebut pula sebagai orang percaya, yaitu percaya kepada Kristus. Kepercayaan yang dimaksud bukanlah sekedar percaya, tetapi penyerahan penuh kepada Tuhan dan 

     Berserah berarti kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan di segala keadaan, baik suka maupun duka, saat dalam masalah, penderitaan, sakit, kesulitan, sedang diberkati atau sehat wal'afiat hari lepas hari, bukan pada saat-saat tertentu saja.  Inilah yang disebut dengan tindakan iman, di mana kita mempercayakan hidup dan mempersilahkan Tuhan berkarya dalam hidup kita.  Bukan iman yang setengah-setengah, bukan iman musiman, tetapi iman yang utuh dan seluruh.
     Mengapa perlu memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan?  Supaya hidup kita sesuai dengan kehendak dan rencanaNya.  Ini tidaklah mudah karena sebagai manusia kita cenderung mengandalkan kekuatan dan kepintaran sendiri dibanding tunduk kepada kehendak Tuhan.  Namun untuk berkenan kepada Tuhan tidak ada jalan lain selain harus mau dibentuk seperti tanah liat.  Adakah tanah liat memberontak ketika dibentuk diproses?  Tanah liat hanya bisa berserah dan percaya penuh kepada si penjunan.


      Kita hanya bisa percaya sesuatu kepada seseorang sejauh kita mengenal orang itu dengan baik. Sama seperti Bapa di surga, kita bisa mempercayakan hidup kita sejauh kita mengenalNya dengan intim. Kita perlu lebih mengenal Dia ddan mempercayakan hidup kita kepadaNyal. Iman berasal dari kata ‘pistis (Yunani)’ yang berarti ‘believe, moral conviction, assurance’. 1 Yohanes 2:6 menyatakan, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Itu berarti, jika kita mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, maka kita wajib hidup seperti Yesus hidup, dan memiliki moral seperti Tuhan Yesus.

      Milikilah iman yang benar, supaya ketika Yesus datang kembali, Dia akan mendapati kita tetap setia dan memiliki iman. Miliki karakter dan watak seperti Tuhan Yesus sebagai tanda orang beriman. Fokus pada tujuan hidup kita agar menjadi serupa dengan Yesus, dan bukan menjadi serupa dengan dunia ini. 


    Milikilah penyerahan penuh kepada Tuhan karena Dia tahu yang terbaik bagi kita dan tidak ada rancanganNya yang gagal atau salah! Tuhan Yesus Memberkati!

Komentar

Posting Komentar